KELAS INSPIRATIF BIJAK BERMEDIA SOSIAL DAN ANTI PERUNDUNGAN
KELAS INSPIRATIF BIJAK BERMEDIA SOSIAL DAN ANTI PERUNDUNGAN
KELAS INSPIRATIF BIJAK BERMEDIA SOSIAL DAN ANTI PERUNDUNGAN.
SMP Negeri 2 Sruweng menggelar kegiatan Kelas Inspiratif bertajuk “Bijak Bermedia Sosial dan Anti Perundungan” yang menghadirkan Camat Sruweng Sri Pambudi, S.Pt., M.Sc. sebagai narasumber.
Camat Sruweng hadir beserta Kasubag Umum dan Kepegawaian Kuntoadji Wibowo dan staf Pemberdayaan Masyarakat Feri Admiasih.
Kelas Inspiratif dilaksanakan pada hari Jum'at (12/6) bertempat di Aula SMPN 2 Sruweng.
Kegiatan ini diikuti oleh para siswa dengan antusias sebagai upaya meningkatkan literasi digital sekaligus membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.
Dalam pemaparannya, Camat Sruweng mengajak para siswa untuk memanfaatkan media sosial secara bijak, bertanggung jawab, dan produktif. Beliau menekankan pentingnya menjaga etika dalam berkomunikasi di dunia digital, menyaring informasi sebelum membagikannya, serta menghindari penyebaran hoaks maupun konten yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
Selain membahas penggunaan media sosial yang sehat, Camat Sruweng juga memberikan edukasi mengenai bahaya perundungan, baik yang terjadi secara langsung maupun melalui media digital (cyberbullying). Para siswa diajak untuk memahami dampak negatif perundungan terhadap korban serta pentingnya menumbuhkan sikap saling menghargai, peduli, dan menghormati perbedaan.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi langsung mengenai berbagai persoalan yang sering ditemui dalam penggunaan media sosial dan pergaulan sehari-hari. Suasana semakin meriah saat dengan adanya permainan tarik tali berhadiah.
Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kesadaran siswa terhadap pentingnya literasi digital dan budaya saling menghormati.
Melalui Kelas Inspiratif bertajuk “Bijak Bermedia Sosial dan Anti Perundungan” ini, diharapkan para siswa SMP Negeri 2 Sruweng dapat menjadi generasi yang cerdas bermedia, berkarakter positif, serta mampu menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan bebas dari perundungan.
